Dampak Penggunaan CGI Pada Pelaku Industri dan Penikmat

Computer Generated Imagery (CGI)

Apa itu CGI? Pada materi sebelumnya sudah dijelaskan pengertian dari sebuah CGI, dan bagaimana CGI bekerja pada Digital Cinema.
Sedikit mengulas tentang CGI, Computer Generated Imagery atau biasa disingkat CGI adalah sebuah teknologi yang tak asing bagi para pelaku perfilman. CGI merupakan tehnik penerapan teknologi komputer grafik untuk pembuatan efek kusus (special effect) dalam film. Perangkat lunak (software/program) komputer yang biasanya digunakan dalam penerapan CGI antara lain 3ds Max, Blender, Light Wafe 3D, Maya, dan Autodesk Softimage.
Dengan munculnya sebuah teknologi seperti CGI, menimbulkan dampak - dampak bagi pelaku industri perfilman dan bagi penikmatnya. Dampak dari sisi pelaku industri perfilman adalah menjadikan industri itu lebih kreatif lagi dengan kemajuan teknologi. Film-film animasi dengan 3D mempunyai keunggulan yang lebih dibandingkan dengan 2D. Teknik modern ini menjadikan film-film animasi kartun lebih terkesan nyata, bernyawa dan lebih hidup tentunya. Dengan bantuan teknologi CGI (Computer Generated Imagery) hal tersebut dapat kita nikmati saat ini CGI atau yang disebut juga Computer-generated imagery adalah sebuah visual-visual baik berbentuk still foto maupun film/ iklan/ interactive element dalam website yang diciptakan dengan software-software komputer grafis. Visual-visual yang dihasilkan melalui proses CGI biasanya mengedepankan unsur photo-realistic atau kemiripan dengan aslinya. Teknologi CGI ini membuat gambar yang dihasilkan lebih bagus dan terlihat seperti nyata. Glen Taylor, pendiri sekaligus direktur operasional Taylor James, sebuah perusahaan CGI yang berdomisili di Inggris mengatakan bahwa kini kita bisa menjumpai banyak gambar yang dihasilkan dengan CGI, baik sebagian ataupun secara keseluruhan. Mulai dari film animasi, video & computer game, special effects pada film & iklan TV, konten interaktif pada website dan dalam pembuatan sebuah visual fotografi.
Berikut ini adalah film film sukses yang menggunakan teknologi CGI. The top ten Characters from live action movie dari majalah UNREALITY
  • Dragonheart
  • The Cloverfield Monster – Cloverfield
  • Davy Jones - Pirates of the Carribbean 2 & 3
  • Transformers
  • Jurassic Park and Sequels
  • Terminator 2: Judgment Day
  • King Kong
  • Lord of the Rings Trilogy

Dampak bagi penikmatnya mungkin lebih kepada kenyamanan sebagai penikmat, dan dapat menilai bagaimana pemanfaatan kemajuan teknologi tersebut sangat berguna dalam dunia hiburan seperti film. Penonton dapat melihat film dengan layar yang lebar dan suasana yang lebih nyaman. Contohnya di bioskop film akan main/mulai diputar, lampu dimatikan dan pintu-pintu ditutup sehingga penonton dapat konsentrasi memusatkan segala perasaannya. Ketika menonton film, tidak lagi film yang hanya bergerak dan tidak bewarna. Untuk menikmati gambar 3D, hanya diperlukan kacamata yang mendukung teknologi tersebut. Dengan televisi digital, penonton dapat memilih film yang ingin ditonton hanya dengan satu saluran saja. Film yang dihasilkan lebih bervariasi. Sehingga penonton dapat memilih film apa yang ingin ditonton.

Sumber :
http://dienasabily.blogspot.co.id/
http://panggahpambudi.blogspot.co.id/
https://ptkomunikasi.wordpress.com
http://1.bp.blogspot.com/
READMORE
 

Aplikasi Digital Cinema Berbasis Desktop ; VLC

VLC Media Player

VLC Media Player yang biasa kita ketahui sebuah aplikasi yang menggunakan lambang palang jalan atau pembatas merupakan sebuah perangkat software pemutar bermacam – macam file berbasis multimedia, baik video maupun audio dalam berbagai format, seperti MPEG, DivX, Ogg, dan lain-lain. VLC Media Player juga dapat digunakan untuk memutar DVD,VCD, maupun CD. VLC Media Player bersifat open source dan tersedia untuk bermacam – macam OS. Mulai dari Microsoft Windows, beragam distro Linux, Mac OS, dan beberapa sistem operasi lainnya.

Salah satu kelebihan yang paling menonjol dari VLC Media Player adalah selain cepat dan ringan, kelengkapan dari codec yang dimiliki juga sudah mumpuni. Dengan kata lain, VLC dapat memutar hampir seluruh jenis atah ekstensi berkas audio maupun video yang ada.
Di balik tampilan programnya yang sederhana, pemutar berkas multimedia ini dilengkapi dengan beragam fitur tambahan, seperti kemampuan subtitle, tag format, konversi, filter, skin, dapat dioperasikan melalui berbagai interface, tersedia dalam bahasa Indonesia, dan masih banyak lagi. Bahkan, program ini juga bisa dijadikan sebagai server untuk kebutuhan streaming di jaringan lokal dan internet. Publisher dari software VLC adalah PortableApps.com (John T. Haller) dan VideoLAN.
VLC juga dikenal sebagai multimedia player multi platform, karena bisa diinstall di sembarang sistem operasi komputer. Player VLC juga bisa diinstall secara portable di media simpan external, misalnya di USB Flash Disk. Sistem operasi untuk smart phone seperti Android pun sudah didukung. 


Program VLC Media Player banyak diaplikasikan dan digunakan oleh berbagai kalangan pengguna komputer. VLC Media Player merupakan software gratis (open source). VLC Media Player dapat dijalankan di sistem operasi Windows XP SP2, Windows Vista, Windows 7. Selain itu VLC juga menyediakan paket software untuk sistem operasi Mac OS X, GNU/Linux, bahkan Android. Untuk menginstall versi terbaru program ini, tidak banyak spesifikasi sistem yang dipersyaratkan. Sepanjang komputer Windows Anda memiliki ruang harddisk dengan kapasitas kosong minimal 70 MB, semua akan berjalan lancar.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/
http://info-program-komputer.blogspot.co.id/
http://static.filehorse.com/
READMORE
 

Aplikasi Digital Cinema Berbasis Desktop ; MPC

Media Player Classic (MPC)

Media player classic(MPC) adalah media player yang sudah kompatibel dengan windows 32-bit atau 64-bit. Media Player Classic sedikit meniru windows media player dalam hal tampilan atau interface. Perbedaanya MPC lebih terbilang ringan, dan sudah menyediakan beberapa fitur yang terdapat pada media Digital Cinema modern.

Media Player Classic, diciptakan dan dirancang oleh seorang programmer bernama Gabest. Gabest juga seorang programmer yang menciptakan plugin grafis PCSX22 dan GSdx. Awalnya dikembangkan sebagai aplikasi yang tidak terpublikasi, namun kemudian terjadi penggantian lisensi sebagai software bebas di bawah ketentuan GNU.

Pengembangan dari MPC sendiri sempat terhenti pada Mei 2006. Setelah setahun vakum dalam perkembangannya, munculah pada tahun 2007 pembaharuan MPC versi 6.4.9.1 yang dikembangkan kembali oleh sebuah forum/perkumpulan yang disebut Doom9. Pembaharuan ini dimaksudkan untuk memperbaiki bug dan memperbaharui library yang ada pada MPC. Pada perkembangannya, MPC terus memasukkan pembarharuan yang cukup signifikan.



Software ini Mampu memutar hampir semua Jenis Video di antara nya WAV, WMA, MP3, OGG, SND, AU, AIF, AIFC, AIFF, MIDI, MPEG, MPG, MP2, VOB, AC3, DTS, ASX, M3U, PLS, WAX, ASF, WM, WMA, WMV, AVI, CDA, JPEG, JPG, GIF, PNG, BMP, D2V, MP4, SWF, MOV, QT, FLV. Salah satu keisitimewaan software ini sangat mudah cara menggunakan nya dan juga tidak memberatkan PC anda. Berikut beberap Fitur yang di Miliki Oleh Media Player Classic :
  • Option to remove tearing
  • Support for EVR(Enhanced Video Render)
  • Support Subtitle
  • On Screen Display
  • Support for Multi-Monitor Configuration
Sumber :
http://jeumpasoft.blogspot.co.id/
https://en.wikipedia.org

READMORE
 

Computer Graphic Image (CGI)

Computer-generated image (juga dikenal sebagai CGI) adalah penerapan bidang komputer grafis, atau lebih khusus, grafis 3D komputer untuk efek khusus dalam film, program televisi, commercials, simulators dan simulasi umumnya, dan media cetak. Video game biasanya menggunakan real-time komputer grafis (jarang disebut sebagai CGI), tetapi juga termasuk pra-diberikan “memotong adegan” dan intro film yang dimana itu akan menjadi cirri khas aplikasi CGI. Ini kadang-kadang disebut sebagai FMV (Full motion video).
CGI digunakan untuk efek visual komputer karena efek yang dihasilkan akan lebih terkontrol dibandingkan lainnya berdasarkan proses fisik, seperti membangun miniatures untuk efek gambar atau mempekerjakan tambahan untuk adegan keramaian, dan karena itu memungkinkan penciptaan gambar yang tidak layak menggunakan teknologi lain. Hal ini dapat juga mengizinkan seorang seniman atau produser untuk menghasilkan konten tanpa menggunakan aktor, pelayanan yang mahal.
Teknologi CGI biasa dipakai dalam pembuatan film, program televisi, dan beberapa iklan komersial, termasuk media cetak. Aplikasi ini memberikan kualitas grafis yang sangat tinggi dengan efek yang lebih terkontrol daripada metode konvensional seperti membuat miniatur untuk pembuatan adegan kecelakaan yang dramatis atau menambah aktor figuran untuk menggambarkan suasana keramaian penuh sesak.
Di tahun 1991 film ”Terminator 2: Judgement Day” yang dibintangi Gubernur California sekarang Arnold Schwarzeneger membuat decak kagum penonton dengan efek morphing (perubahan dari satu wajah/bentuk ke wajah/bentuk yang lain secara halus) dan liquid metal si penjahat pada beberapa aksinya. Dua tahun kemudian film legendaris tentang dinosaurus, ” Jurassic Park” juga memberikan efek visual yang mengagumkan pada makhluk purba itu sehingga tampak betul-betul hidup. ” Jurassic Park” membawa revolusi pada industri perfilman dan Hollywood bertransisi dari animasi konvensional menjadi teknik digital.

Kalau dilihat dari ukurannya, satu frame CGI untuk film biasanya dibuat berukuran 1,4–6 megapiksel. Contohnya, ”Toy Story” berukuran 1536 x 922 (1,42 megapiksel). Bayangkan saja, ternyata waktu yang dibutuhkan untuk rendering tiap frame sekira 2-3 jam, bahkan bisa 10 kali lebih lama untuk menciptakan adegan yang sangat kompleks. Meskipun kecepatan CPU makin tinggi, tidak banyak mengubah waktu yang dibutuhkan karena mereka akan membuat adegan yang lebih kompleks lagi untuk hasil yang lebih bagus lagi. Kendati demikian, dengan peningkatan eksponensial kecepatan CPU, teknologi CGI juga makin potensial ke depan.
Sebagai gambaran, untuk pembuatan film ”Madagascar”, para teknisi menggunakan 2.500 komputer Linux Cluster yang dipasang di dua studio Dream Works dan lab penelitian komputer Hewlett Packard di Palo Alto, California. Komputer sebanyak itu digunakan untuk ”tugas besar” siang malam rendering frame demi frame film berukuran gigabit. Untuk membuat film ”Madagascar” sampai jadi, dibutuhkan waktu lebih dari 11 juta jam.


Sumber :
https://ksmovies.wordpress.com/
http://dampakcgi.blogspot.co.id/
READMORE
 

Grafik Animasi 3D

Grafik Animasi 3D

Pada era 1990-an, lahirlah sebuah perkembangan grafik animasi yang lebih mutakhir, yaitu grafik
3D. Grafik 3D berbeda dengan grafik 2D. Pada grafik 3D menggunakan tiga dimensi representasi dari data geometrik yang disimpan dalam komputer untuk tujuan melakukan perhitungan dan render gambar 2D. Sistem koordinat pada grafik 3D terdapat 3 sumbu yaitu x, y, dan z. WCS ( world coordinate system ), WCS adalah koordinat yg posisi dan arahnya selalu tetap dan bersifat absolute atau tetap. Disini arah sumbu x,y,z yang anda masukan selalu dihitung dari titik acuan yang sama, tidak tergantung dari arah pandang saat ini. Sistem koordinat 3D juga bersifat UCS ( user coordinate system ), ucs adalah sistem koordinat yang dapat diubah-ubah ( dipindah dan dirotasikan ) sesuai dengan keinginan pengguna. Suatu objek 3D mempunyai titik/vertex (x,y,z) yang membentuk sekumpulan luasan-luasan (face) yang tergabung dalam satu kesatuan. Face disini disebut juga sisi. Pada objek 3D tidak semua face terlihat karena terdapat face-face yang berada di bagian belakang dan terhalang oleh face yang lainnya. Dalam penggunaan perngkat lunaknya, perbedaan antara 2D & 3D kadang-kadang sulit terlihat. Hal ini dikarenakan aplikasi 2D dapat menngunakan tehnik 3D untuk menghasilkan suatu efek seperti pencahayaan dan dalam 3D dapat menggunakan tehnik render 2D.
Proses membuat grafik 3D mempunyai beberapa tahapan dasar. Yang pertama yaitu 3D modeling yang menggambarkan proses pembentukan tata letak, kemudian objek dan animasi yang menggambarkan gerakan dan penempatan objek dalam adegan, dan tahapan 3D rendering yang memproduksi gambar objek.

Pemodelan 3D menggambarkan proses pembentukan bentuk objek dengan penggunaan perangkat lunak. Model juga diproduksi secara prosedural atau melalui simulasi fisik. 
Sebelum objek tersebut direndering, mereka harus diletakkan dalam suatu adegan. Inilah yang mendefinisikan hubungan spesial antara objek dalam sebuah adegan termasuk lokasi dan ukuran. Animasi mengacu pada deskripsi temporal yaitu, objek, bagaimana bergerak dan deformasi dari waktu ke waktu. Seperti pemodelan, simulasi fisik adalah cara lain untuk menentukan gerak. Rendering mengkonversi model menjadi sebuah gambar baik dengan simulasi transportasi cahaya untuk mendapatkan gambar fotorealistik sehingga objek terlihat lebih hidup.


Sumber :
http://muhammadrizka.blogspot.co.id/
READMORE